Bimtek SDM Pariwisata – Banjarmasin

Banjarmasin — Demi meningkatkan kompetensi SDM Pariwisata pada masa adaptasi kebiasaan baru dimana beberapa protokol harus diterapkan, Bidang Industri dan Kelembagaan Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Pariwisata bagi penyandang difabel – dengan Tema “Meningkatkan Pengetahuan Kepariwisataan Bagi Penyandang Difabel”, pada tanggal 23 Maret 2021 di Hotel 88 Banjarmasin.
Pada sambutan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan yang disampaikan langsung oleh Bapak Muhammad Syarifuddin, M.Pd, bahwa Bimtek ini bertujuan untuk mengakselerasi pengetahuan para orang tua/wali serta penyandang difabel mengenai kepariwisataan dan protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru, diharapkan nantinya dapat diterapkan sesuai dengan potensi dan kearifkan lokal daerah agar kegiatan wisata bagi penyandang difabel yang terselenggara dapat berkelanjutan baik di masa pandemi maupun era new normal.
“Menjadi harapan kita bersama agar peserta dapat berpartisipasi secara aktif dalam Bimtek ini, sehingga pengetahuan yang diberikan oleh para Narasumber dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi produk pariwisata secara maksimal”, ungkap Kadispar prov kalsel.
Menurut Ibu Sucilianita Akbar, SKM.,MM, kegiatan kepariwisataan mempunyai multiplayer effect yang sangat luas, sehingga harus memberikan perlindungan, keramahan, dan kesetaraan pelayanan terhadap para penyandang difabel. Keramahan tersebut akan diwujudkan dalam aspek fasilitas umum dan pelayanan public. “Peningkatan aksesibilitas bagi penyandang difabel dalam semua bidang harus menjadi komitmen kita bersama,” ujarnya.
Peserta Pelatihan berjumlah 30 orang yang diambil dari pengasuh atau wali penyandang difabel yang ada di Banjarmasin, dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun serta menjaga jarak selama kegiatan berlangsung. Selain itu, sebelum memasuki ruangan kegiatan, para peserta terlebih dahulu menjalani tes Rapid Antibody terlebih dahulu, bagi peserta yang dinyatakan hasil tesnya non-reaktif dapat mengikuti pelatihan.
Sementara, Kepala Bidang Industri dan Kelembagaan Pariwisata Dispar Prov Kalsel, ibu Ir. Hj. Jufrida Khairani menambahkan, “Industri pariwisata perlu ditunjang dengan palayanan prima,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *